Penjara Penuh Sesak, Narapidana Tidur Berdesakan di Tangga

Penjara Penuh Sesak, Narapidana Tidur Berdesakan di Tangga

371

Penjara Penuh Sesak, Narapidana Tidur Berdesakan di Tangga

Kondisi rumah tahanan Quezon City, di Manila, Filipina, sungguh memprihatinkan.
Rutan ini telah menampung narapidana hingga di luar batas daya tampung.

Sejak dibangun enam dekade lalu sudah terdapat sebanyak 3.800 narapidana yang mendekam dibalik jeruji rutan.

Jumlah tersebut sangat jauh dari ambang batas normal yang diperuntukan bagi 800 orang, lima kali lipat dari jumlah ideal daya tampung rutan.

Foto-foto memprihatinkan memperlihatkan bagaimana kondisi rutan yang sangat tidak manusiawi. Inilah sisi gelap dan kelam hidup di dalam penjara di Filipina. Fasilitas rutan pun sangat jauh dari standar.

Hal ini merefleksikan sistem peradilan pidana yang kacau di tempat ini. Sengaja dibiarkan oleh negara sebagai bentuk aksi Presiden garis keras negara ini Rodrigo Duterte dalam memerangi narkoba.


(AFP/Noel Celis)

Ini juga sebagai bentuk efek jera bagi masyarakat bagaimana hidup di dalam penjara yang sangat tidak manusiawi lantaran menggunakan narkotika.

Para narapidana telah mendekam di balik jeruji hingga waktu bertahun-tahun lamanya. Bukannya semakin berkurang berjalannya waktu, justru rutan ini semakin banjir kedatangan narapidana.

Saking pedatnya terlihat narapidana pun harus tidur berdesakan di lantai hingga di tangga rutan. Berdempetan hingga tidak ada celah yang tersisa, tubuh satu sama lain saling bertemu.

Bahkan adapula napi yang terpaksa tidur dengan posisi duduk atau berdiri lantaran tidak kebagian jatah tempat untuk berbaring.

“Banyak orang jadi gila, mereka tidak bisa berpikir dengan jernih. Sangat penuh dan sesak hanya bisa bergerak sangat sedikit, karena Anda akan bersentuhan dengan sesuatu atau seseorang,” ujar Mario Dimaculangan, seorang napi terlama yang mendekam di rutan ini.


Narapidana berdesakan di ruangan ini, ada yang memasak dan mencuci. (AFP/Noel Celis)

Dr Nymia Pimentel Simbulan, Direktur Eksekutif dari Informasi Pusat Hak Asasi Manusia Filipina (PhilRight) yang berbasis di Kota Quezon menyatakan jika seluruh fasilitas rutan di negara ini semuanya sama buruknya.

“Kondisi seperti ini berlaku di seluruh penjara di perkotaan dan rutan yang ada di seluruh negeri, serta lembaga pemasyarakatan negara,” katanya dikutip melalui Independent, Minggu (31/7/2016).

Terlebih lagi kondisi sanitasi yang sangat buruk. Seperti penjara Quenzon City, hanya terdapat satu toilet yang digunakan hingga 130 narapidana.

Berdasarkan data dari Komisi Hak Asasi Manusia April 2015, fasilitas toilet di penjara Filipina ada yang tidak tersedia atau kurang terpelihara sehingga menyebabkan bau pesing.

Lingkungan yang tidak higienis menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Seperti tuberkulosisi, infeksi kulit, diare dan sepsis yang marak menjangkiti para napi. Sedangkan pelayanan medis sama buruknya.


Narapidana beristirahat memanfaatkan ruangan yang tersisa. (AFP/Noel Celis)

Di sisi lain, ketegangan antar para tahanan seringkali meletus. Sehingga kerap terjadi kekerasan dan penyiksaan yang digunakan untuk melerai para napi.

“Kelebihan kapasitas menjadi masalah utama, dan juga makanan, kebersihan dan kurangnya fasilitas yang memadai untuk manusia” ungkap Simbulana

Padahal Filipina sendiri termasuk negara yang menandatangani Konvensi PBB yang menentang penyiksaan. Melarang perlakuan kejam atau tidak manusiawi yang terjadi di tahanan.

“Sayangnya itu semua jauh dengan kenyataan yang terjadi di banyak tempat-tempat penahanan dan penjara-penjara di Filipina,” tambahnya.

Permasalahan buruknya fasilitas dan kondisi penjara atau rutan sudah menjadi masalah sejak dulu di Filipina. Pemerintah setempat nampak tiidak begitu mengambil langkah nyata untuk memperbaiki fasilitas rutan yang tidak manusiawi.(Independent)

Comment

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY