Pemuda Muhammadiyah: Pembakaran Rumah Ibadah Tak Bisa Ditolerir

Pemuda Muhammadiyah: Pembakaran Rumah Ibadah Tak Bisa Ditolerir

132

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyesalkan terjadinya kerusuhan bernuansa SARA di Sumatera Utara. Menurut dia, Sumatera Utara selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan menghormati keberagaman.

“Pembakaran rumah ibadah adalah tindakan yang tidak bisa ditolerir dan merusak tatanan keberagaman Indonesia, khususnya Sumatera Utara,” ujar Danhil melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (30/7/2016).

Menurut dia, sikap saling menghormati antarsesama pemeluk agama dan etnis harus terus dirawat.

“Sikap arogansi etnisitas tidak punya tempat di Indonesia, termasuk Sumatera Utara,” kata dia.

Maka dari itu, kata dia, aparatur hukum harus bertindak tegas terhadap siapa saja yang berusaha merusak keberagaman dan toleransi tersebut.

Ia mengatakan, anggota Pemuda Muhammadiyah yang berada di Sumatera Utara juga digerakkan untuk ikut menjaga dan berdialog secara intensif dengan berbagai kelompok. Hal itu guna mencegah terulangnya kejadian kekerasan dan kerusuhan seperti ini.

Ia juga meminta kepada berbagai tokoh lintas etnis dan agama untuk aktif menenangkan dan memberikan pemahaman kepada semua kelompok di sana.

“Bahwasanya kekuatan sejati masyarakat Sumut (Sumatera Utara) adalah penghormatan terhadap keberagaman dan toleransi,” kata dia.

Sabtu dini hari sekelompok massa merusak sejumlah rumah ibadah umat Buddha di Tanjungbalai, yang dimulai dari perbedaan pendapat antarkelompok.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Kabid Humas Polda) Sumut Kombes Rina Sari Ginting di Medan, Sabtu, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Pihak kepolisian dan pemerintah daerah Sumut telah menyepakati pertemuan bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan etnis, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungbalai guna mengokohkan kembali kebersamaan warga.

Saat ini, situsasi di Tanjungbalai sudah kondusif. Sebanyak tujuh orang telah diamankan aparat kepolisian karena melakukan penjarahan saat kerusuhan berlangsung.

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian juga sudah bertolak ke Medan untuk memantau perkembangan situasi tersebut.

Comment

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY